Friday, November 23, 2018

MAKALAH BAHASA INDONESIA TENTANG DIKSI


KATA PENGANTAR



Segala puji bagi Allah SWT. Yang telah memberikan kami nikmat kesehatan, kesempatan, serta kelapangan waktu sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini guna menyelesaikan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Shalawat beriring salam tak lupa kami hadiahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kebodohan ke zaman yang penuh dengan pengetahuan.

Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terutama kepada Ibu Salliyanti selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang telah memberikan bimbingan, saran, serta ide dalam pembuatan makalah ini sehingga makalh ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Diksi dalam Bahasa Indonesia” yang kami sajikan dari berbagai sumber informasi dan referensi. Makalah ini jauh dari kata sempurna karena keterbatasan pengalaman dan pengetahuan, kami menyadari sepenuhnya masih banyak kekurangan baik dari segi penyusunan, bahasan, maupun penulisannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk kesempurnaan makalah ini agar lebih baik kedepannya.





Medan, 12 Oktober 2018

Gini Khotimah

Intan Nurhaliza Latif

Siti Sabbiah




BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pemilihan kata sangatlah penting dalam dunia perguruan tinggi. Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien, pemahaman penggunaan diksi atau pemilihan kata sangatlah penting, terutama untuk menghindari kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Bahasa yang dipergunakan haruslah bahasa yang baik dan benar, sehingga karangan atau tutur kata tersebut menjadi bernilai dan berbobot. Untuk memilih kata secara baik, maka seseorang itu harus mengetahui kekayaan bahasa yang bersangkutan.

Di dalam kehidupan bermasyarakat, pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung untuk keberhasilan dalam berkomunikasi. Sekarang, Indonesia mengesampingkan penggunaan bahasa, terutama dalam pemilihan kata atau diksi. Sebagai makhluk sosial kita tidak terlepas dari komunikasi.



B.     Rumusan Masalah

1.      Apakah yang dimaksud dengan Diksi?

2.      Apa saja kaidah yang berhubungan dengan diksi?



C.     Tujuan Penulisan

Makalah ini dibuat bertujuan untuk menambah wawasan dan pengalaman bagi para penulis/pembaca khususnya untuk mahasiswa Universitas Sumatera Utara tentang “Diksi dalam Bahasa Indonesia” serta mampu menggunakan bahasa yang tepat dalam berkomunikasi agar berlangsungnya komunikasi yang efektif dan efisien.




BAB II

PEMBAHASAN



A.    Pengertian Diksi

Diksi  adalah pilihan kata, atau memilih kata. Maksudnya memilih kata yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu. Diksi berhubungan dengan pengertian teknis dalm hal karang-mengarang, tulis-menulis, dan tutur sapa. Setiap penulis maupun pembicara bila ingin menyampaikan buah pikiran, pendapat, dan pernyataan sudah tentu memakai bahasa sebagai alatnya. Bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik dan benar, sehingga karangan ataupun tutur tersebut menjadi bernilai dan berbobot. Bahasa yang baik dan benar dapat dicapai bila diksi diperhatikan dengan baik. Untuk memilih kata secara baik, maka seseorang harus mengetahui kekayaan bahasa yang bersangkutan.

Ada kemungkinan jumlah kosa kata yang dikuasai para pemakai bahasa sama banyaknya, tetapi jenis makna ini berbeda mungkin karena perbedaan profesi, lingkungan, usia, dan mata pencaharian. Makna kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang akan disampaikanya, baik lisan maupun tulisan.

Menurut KBBI diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan. Diksi sangatlah penting dalam hal karang-mengarang dan merujuk kepada pemilihan kata atau gaya ekspresi si penulis atau pembicara. Pemilihan kata bukan sekedar memilih kata yang tepat, namun juga memilih kata yang cocok.

Pilihan kata diksi yang baik hubungan erat dengan masalah :

(1)   Kaidah sintaksi bahasa

(2)   Kaidah makna bahasa

(3)   Kaidah hubungan social bangsa

(4)   Kaidah karang mengarang



B.     Diksi sesuai dengan kaidah sintaksis bahasa

Tempat     :   artinya pemilihan kata dengan menempatkanya pada kelempoknya dalam   sintaksi

Seksama   :   artinya makana kata harus benar dengan apa yang hendak di sampaikan.

Lazim       :   artinya kata sudah menjadi milik bahasa Indonesia.

Contoh                 :   artinya kata besar, agung, daya tinggi, dikatakan sinonim. Biasa dikatakan      hari                  raya dan hari besar(tepat dan lazim). Tetapi tidak dapat di katakana hari agung, tak dapat digantikan dengan kata jaksa agung, tak dapat digantikan dengan jaksa besar atau jaksa raya(tidak seksama dan tidak lazim). Kata jaksa agung pun tak dapat digantikan dengan jaksa tinggi,karna berbeda makna yang dibawa kedua kata itu.

C.     Diksi sesuai dengan kaidah makna bahasa

Diksi pada bagian ini harus memperhatikan makna dasar kata yang bersangkutan. Kesulitanya adalah orang tidak dapat lagi mana makna dasar dan makna yang telah mengalami perjalanan sejarah, pengalaman pribadi, perbedaan pada lingkungan, perbedaan perasaan, perbedaan tujuan, perbedaan nilai-nilai makna dan perbedaan profesi.maka untuk mengenal makna dasar dengan baik satu satu cara adalah dengan membuka dan membaca kamus besar bahasa yang bersangkutan.

Diksi menurut kaidah makna bahasa harus diperhatikan dari sudut makna kata itu sendiri. Macam-macam makna diksi, antara lain :

1.      Makna Denotatif

Makna denotatif adalah makna yang sesuai apa adanya atau bisa juga disebuat makna asli/asal yang sesuai dengan hasil observasi yang diberi batasan. Maksudnya ialah, suatu kata tanpa ada satu makna yang menyertainya. Makna denotatif bersifat umum. Contoh : ‘’Wanita itu cantik’’.

2.      Makna Asosiatif

Makna asosiatif adalah makna yang berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi, perasaan, dan nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa, serta perkembangan bahasa sesuai dengan kehendak pemakai bahasa. Maksudnya, perlambang-perlambang yang digunakan masyarakat untuk menyatakan konsep lain. Contoh : ‘’senjata makan tuan’’ artinya adalah keburukan untuk orang lain justru mengenai diri sendiri.

a.       Makna konotatif

Makna konotatif adalah makna yang timbul dari sikap sosial, sikap pribadi, sikap diri, dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah konseptual. Makna konotatif bersifat pribadi dan bermakna kias. Contoh : ‘’Ani membanting tulang untuk menghidupi keluarga kecilnya’’. Dalam makna denotatif (membanting tulang = membanting sebuah tulang), sedangkan dalam makna konotatif (membanting tulang = bekerja keras)

b.      Makna Stilistik

Makna stilistik adalah makna yang berhubungan dengan gaya pemilihan kata berdasarkan situasi atau keadaan dan lingkungan pemakai bahasa tersebut.

Makna stilistik dapat dibedakan berdasarkan :

1.      Profesi, seperti, bahasa hokum, bahasa iklan;

2.      Status, seperti bahasa percakapan, jargon (kosakata khusus yang digunakan dalam lingkungan atau bidang kehidupan tertentu).

3.      Modalitas, seperti bahasa kuliah, bahasa memorandum, bahasa lelucon;

4.      Pribadi, seperti gaya Soekarno, gaya Idrus.



Makna stilistik ada hubungannya dengan gaya bahasa dalam bidang retorik (pidato).

c.       Makna Afektif

Makna afektif berhungan dengan perasaan pembicaraan/pemakaian secara pribadi baik terhadap lawan bicara maupun terhadap objek pembicaranya. Makna afektif muncul akibat reaksi pendengar atau pembaca terhadap penggunaan bahasa dan lebih terasa pada bahasa lisan daripada tulisan secara pilihan kata. Makna afektif mempergunakan pengantar makna konseptual, konotatif, dan stalistik. Makna afektif lebih jelas dengan memakai kata-kata seru. Contoh : aduh, aduhai, amboi, dan lain-lain.

d.      Makna Reflektif

Makna reflektif umumnya menghubungkan satu makna konseptual dengan makna konseptual yang lain. Umumnya makna reflektif lebih cenderung kepada suatu yang bersifat sakral atau kepada sesuatu yang bersifat tabu, kurang sopan/haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi, pengalaman bersama, dan pengalaman sejarah.

Refleksi yang bersifat pribadi sulit untuk dipahami oleh orang lain, karna itu harus diusahakan untuk tidak menimbulkan makna refleksi pada orang lain berdasarkan pengalaman pribadi. Contoh : Nurdin M.Top, Gayus, dan lain-lain.

e.       Makna Kolokatif

Makna kolokatif berhungan dengan makna Frasa sebuah bahasa. Hubungan makna kolokatif dalam bahasa Indonesia lebih banyak berdasarkan kelaziman dan kebiasaan. Contoh : kata cantik dikatakannya untuk wanita (lazim,tepat). Kata ganteng dikatakan untuk laki-laki (lazim,tepat).

f.       Makna Interpreratif

Makna interpreratif berhubungan dengan penafsiran dan tangapan dari pendengar atau pembaca. Si A menulis/berbicara dan si B membaca dan mendengar, lalu si B akan memberikan tafsiran dan tanggapan tentang apa yang dikatakan si A berdasarkan diksi si A tadi.

Tafsiran dan tanggapan si B harus lah sesuai dengan diksi A.

D.    Diksi sesuai dengan Kaidah hubungan Sosial Bahasa

Dalam diksi harus selalu diperhatikan lingkungan pemakaian kata-kata yang dipergunakan, dengan membedakan lingkungan itu berdasarkan tingkatan social, daerah gegografi, resmi, dan tak resmi, (standard dan non standard), lingkungan bersifat umum, profesi, dan sebagainya.

Bahasa karang-mengarang harus menggunakan bahasa Indonesia Standar, perlulah dibiasakan membaca naskah tulisan para pengarang dengan baik.

Diksi juga harus memperhatikan pilihan kata dan makna pilihan kata yang telah dilazimkan jika orang membicarakan masalah tertentu.

Contoh :          tukang             ahli

                        Pembantu        asisten



E.     Diksi sesuai dengan Kaidah Karang-Mengarang

Diksi pada bagian ini amat penting, dan harus dengan pilihan kata yang tepat, pilihan kata atau ungkapan haruslah dapat mewakili apa yang dimaksudkan. Diksi akan memberikan informasi sesuai apa yang dikehendaki. Harus dibedakan secara jelas kata yang sinonim, dan kalimat-kalimat yang bersinonim pula.

Diksi menurut kaidah karang-mengarang harus memperhatikan :

1.      Pilihan Frasa dengan berbagai Alternatif

Contoh :    a. terdiri dari, terdiri atas.

                  b. ditemani oleh, ditemani dengan

                  c. diatasi oleh, diatasi dengan.

                  d. dan lain-lain



2.      Pilihan Kata yang Langsung

                  Dalam karang-mengarang sebaiknya dipilih kata-kata yang langsung dan tidak menggunakan kalimat, frasa, bentuk yang bersifat uraian yang panjang. Kata-kata pilihan itu harus berisi, terarah, dan lugas agar kalimat tersebut efektif, tepat, padat, dan mencakup seluruh isi.

3.      Pilihan Kata yang Dekat dengan Pendengar/Pembaca.

4.      Pilihan kata pada bagian harus sesuai dengan tingkat social, pendidikan, tingkat pengetahuan lawan bicara, sehingga penulis/pembicara dekat pada lawan berbicara. Diksi anak-anak berbeda dengan diksi orang dewasa.























BAB III

PENUTUP

A.    Simpulan

Diksi adalah ketepatan pemilihan kata yang dipengaruhi oleh kemampuan penggunaan bahasa yang terkait dengan kemampuan memahami, mengetahui, menguasai, dan penggunaan kata aktif dan efektif kepada pembaca dan pendengarnya.

Diksi termasuk bagian penting dalam pembuatan karya ilmiah, karena karangan yang baik bukan hanya dilihat dari isi namun juga dilihat dari pilihan kata yang digunakan. Dari pilihan kata seseorang kita dapat menilai kepribadian seorang penulis.

Dalam pemilihan kata terdapat berbagai syarat agar mencapai diksi yang baik dan tepat, yaitu :

1.      Membedakan makna-makna dalam diksi dengan baik dan benar.

2.      Membedakan dengan cermat kata-kata yang bersinonim.

3.      Membedakan kata umum dan kata khusus

4.      Membedakan perubahan makna yang terjadi.

B.     Kritik dan Saran

a.       Kritik

Pada dasarnya Masyarakat Asli Indonesia telah menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak memahami pengunaan tata kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Masyarakat Indonesia masih sangat engga untum menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, bahkan lebih senang mempelajari bahasa asing.

b.      Saran

Masyarakat Indonesia terutama sebagai pelajar/mahasiswa seharusnya lebih mengetahui dan memahami tata kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta mempelajari pengolahan kata dalam membuat kalimat




DAFTAR PUSTAKA



Salliyanti. 2018. Cermat Berbahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. Medan : USU Press.



No comments:

Post a Comment

Pengertian dan Fungsi Perpustakaan

  A.       Pengertian Perpustakaan Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian dari sebuah gedung yang digunakan untuk menyimpan buk...